Apa itu asesmen berbasis game? Panduan untuk tim HR di Indonesia

Asesmen berbasis game mengukur cara seorang kandidat berpikir dan bertindak dengan mengamati mereka memainkan game singkat, bukan dengan meminta mereka menggambarkan diri sendiri di kuesioner. Setiap pilihan kandidat, dan seberapa cepat ia memilih di bawah tekanan waktu, dinilai terhadap sifat atau kemampuan yang hendak diukur game tersebut. Bagi tim HR, artinya data yang sulit dilatih lebih dulu oleh kandidat, dinilai otomatis, untuk jumlah peserta berapa pun.

Poin utama

  • Asesmen berbasis game menyimpulkan sifat seseorang dari cara ia bermain. Ini bukan kuesioner yang ditambahi poin dan lencana.
  • Asesmen yang baik disusun seperti psikotes mana pun: teori dulu, lalu desain game, validasi, dan norma untuk populasi yang jelas.
  • Riset sejauh ini menemukan bahwa kandidat cenderung bereaksi sedikit lebih baik terhadap asesmen berbasis game dan gamifikasi dibanding asesmen tradisional. Bukti tentang kemampuan memprediksi dan tentang pemalsuan jawaban (faking) masih baru, jadi mintalah setiap vendor menunjukkan validasinya sendiri.
  • Paling cocok saat jumlah peserta besar dan waktu sempit: rekrutmen Management Trainee, rekrutmen kampus, dan talent mapping internal.

Sedang menjalankan rekrutmen Management Trainee?Lihat cara DEUS melakukan asesmennya

Oleh DEUS Human Capital Services ·

Apa yang disebut asesmen berbasis game?

Tiga istilah sering tertukar, dan perbedaannya penting saat Anda membandingkan vendor. Tinjauan sistematis tahun 2022 atas 34 studi tentang asesmen terkait game untuk perekrutan membedakannya begini:

  • Asesmen berbasis game adalah metode asesmen tersendiri: mengukur sifat dan kemampuan yang berkaitan dengan pekerjaan lewat game.
  • Gamifikasi mengambil tes yang sudah ada lalu menambahkan elemen game, seperti poin, cerita, atau bilah kemajuan. Tes di baliknya sebagian besar tetap sama.
  • Gameful design memakai elemen game untuk membangun asesmen baru dari awal.

Jadi kuesioner kepribadian dengan bilah kemajuan dan pemandu kartun tetaplah kuesioner. Kandidat tetap menilai diri sendiri, dan tetap bisa menebak jawaban apa yang diinginkan perusahaan. Pada asesmen berbasis game yang sebenarnya, tidak ada pernyataan untuk disetujui atau tidak disetujui. Game mencatat apa yang dilakukan kandidat.

Ketika vendor mengaku "gamifikasi", tanyakan yang mana dari ketiganya yang dimaksud.

Bagaimana sebuah game mengukur suatu sifat?

Setiap game berangkat dari sifat atau kemampuan yang sudah didefinisikan riset, dan dari wujud sifat itu dalam perilaku. Game dirancang untuk memunculkan perilaku tersebut, lalu mencatat jauh lebih banyak daripada jawaban benar atau salah: seberapa cepat seseorang merespons, seberapa konsisten, dan bagaimana ia bereaksi saat waktu menipis.

Contoh riset yang terkenal adalah Balloon Analogue Risk Task. Peserta mendapat uang untuk setiap pompaan balon virtual, dan kehilangan uang balon itu jika balonnya meletus. Dalam studi aslinya dengan 86 peserta, seberapa jauh orang berani memaksakan peruntungan berkaitan dengan pencarian sensasi, impulsivitas, dan perilaku berisiko yang mereka laporkan sendiri dalam kehidupan nyata, di luar yang bisa dijelaskan oleh data demografis dan kuesioner.

Rangkaian DEUS bekerja dengan prinsip yang sama lewat empat modul:

Keempat modul asesmen berbasis game DEUS
ModulFormatYang ditunjukkan
Personality (DEUS Discover)Cerita bergaya RPG tempat kandidat mengambil keputusan seiring alurnya32 subsifat kepribadian dan 24 sifat kompetensi, ditambah kompetensi dari kerangka milik Anda sendiri
CognitiveTujuh game singkat berwaktuKecepatan pemrosesan, memori kerja, pengenalan pola, aritmetika, penalaran spasial dan logis, ketangkasan kognitif
NeuroscienceEnam game yang diadaptasi dari riset neurosains, termasuk Balloon GamePengambilan risiko, perencanaan, motivasi, alokasi usaha, ketelitian, dan pengenalan emosi
SimulationDua skenario bisnis, disusun sesuai industri AndaBerpikir analitis, kecakapan bisnis, pengumpulan informasi, dan sintesis tertulis, dengan pengatur waktu langsung
  • Personality (DEUS Discover)

    Format
    Cerita bergaya RPG tempat kandidat mengambil keputusan seiring alurnya
    Yang ditunjukkan
    32 subsifat kepribadian dan 24 sifat kompetensi, ditambah kompetensi dari kerangka milik Anda sendiri
  • Cognitive

    Format
    Tujuh game singkat berwaktu
    Yang ditunjukkan
    Kecepatan pemrosesan, memori kerja, pengenalan pola, aritmetika, penalaran spasial dan logis, ketangkasan kognitif
  • Neuroscience

    Format
    Enam game yang diadaptasi dari riset neurosains, termasuk Balloon Game
    Yang ditunjukkan
    Pengambilan risiko, perencanaan, motivasi, alokasi usaha, ketelitian, dan pengenalan emosi
  • Simulation

    Format
    Dua skenario bisnis, disusun sesuai industri Anda
    Yang ditunjukkan
    Berpikir analitis, kecakapan bisnis, pengumpulan informasi, dan sintesis tertulis, dengan pengatur waktu langsung

Apa landasan ilmiahnya?

Asesmen berbasis game mengumpulkan bukti dengan cara baru bagi teori kepribadian dan kecerdasan yang sudah mapan. Ada tiga tradisi riset di baliknya.

Kepribadian. Sebagian besar ukuran kepribadian bertumpu pada model Big Five: openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism, yang kebalikannya adalah stabilitas emosi. Tinjauan tahun 2019 atas 92 meta-analisis menemukan bahwa conscientiousness adalah prediktor non-kognitif terkuat untuk kinerja di tempat kerja. DEUS Discover dibangun di atas Big Five dan Universal Competency Framework.

Cara berpikir. Tes kemampuan kognitif masih termasuk prediktor tunggal kinerja kerja yang lebih baik. Analisis ulang riset seleksi tahun 2022 menempatkan validitasnya di 0,31. Analisis itu juga menempatkan wawancara terstruktur di urutan pertama, di 0,42, dan menemukan bahwa studi-studi terdahulu melebih-lebihkan validitas sebagian besar metode seleksi. Game kognitif DEUS berpijak pada kerangka klasik untuk kecepatan pemrosesan, memori, penalaran, dan atensi.

Perilaku. Riset neurosains punya daftar panjang tugas perilaku, seperti tugas balon di atas, yang menyingkap pengambilan risiko, motivasi, usaha, dan pengenalan emosi lewat apa yang dilakukan orang, alih-alih apa yang mereka katakan. Modul Neuroscience DEUS mengadaptasi tugas semacam ini.

Validitas dan norma. Standards for Educational and Psychological Testing memandang validitas sebagai bukti bahwa skor mendukung penggunaan yang Anda tujukan, dan menyatakan bahwa norma harus berasal dari populasi yang ingin Anda jadikan pembanding kandidat. Untuk kandidat di Indonesia, itu berarti norma Indonesia. Norma Barat membandingkan kandidat Anda dengan orang yang pendidikan, bahasa, dan budayanya berbeda. Setiap asesmen DEUS melewati empat fase (teori, pengembangan butir, validasi, dan penormaan), dibimbing oleh psikometrisi dan peneliti psikologi industri dan organisasi, dan dinormakan pada populasi Indonesia. Game kognitif kami telah divalidasi terhadap tes kognitif tradisional.

Apa kata riset sejauh ini?

Berhati-hatilah terhadap siapa pun yang menyebut persoalannya sudah selesai. Tinjauan sistematis tahun 2022 adalah ringkasan paling lengkap sejauh ini, dan isinya terus terang:

  • Reaksi kandidat adalah area yang paling banyak diteliti, dan paling positif. Kandidat cenderung lebih menghargai asesmen terkait game dibanding asesmen konvensional, meski selisihnya kecil, dan keuntungan paling jelas ada pada seberapa menarik mereka menilai pemberi kerja. Bila reaksinya negatif, penyebabnya biasanya masalah teknis, bukan asesmennya.
  • Prediksi: asesmen terkait game dapat memprediksi kinerja, tetapi tinjauan itu belum menemukan bukti bahwa prediksinya lebih baik daripada metode lain.
  • Pemalsuan jawaban (faking): klaim bahwa game mengurangi pemalsuan jawaban masih kurang didukung bukti kuat. Hanya satu studi yang pernah mengujinya langsung, dan hasilnya positif.
  • Keadilan: sejauh ini asesmen ini tidak menunjukkan dampak merugikan (adverse impact) yang lebih besar daripada tes konvensional, meski itu bergantung pada apa yang diukur.

Eksperimen terpisah dengan tes penilaian situasional (situational judgment test) yang digamifikasi menemukan bahwa pelamar melaporkan kepuasan lebih tinggi terhadap prosesnya, menilainya lebih adil, dan menganggap perusahaannya lebih menarik dibanding versi teks dari tes yang sama.

Dalam praktik, asesmen berbasis game adalah tahap pertama yang kuat untuk rekrutmen besar, karena cepat, dinilai otomatis, dan diterima dengan baik. Pakailah sebagai satu tahap dalam proses seleksi, dan mintalah bukti validasi untuk penggunaan Anda dari setiap vendor.

Kapan sebaiknya Anda memakai asesmen berbasis game?

Paling berguna saat Anda punya banyak kandidat, waktu sedikit, dan keputusan yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Berikut tempat klien DEUS memakainya:

  • Rekrutmen Management Trainee: Cognitive dan Neuroscience untuk menyaring peserta, Simulation untuk babak akhir. Sebuah grup telekomunikasi nasional memakai DEUS untuk menilai lebih dari 1.000 kandidat Management Trainee di 30+ provinsi sekaligus, dengan hasil dalam satu hari.
  • Rekrutmen kampus dan lulusan baru: Personality dan Cognitive memberi peringkat yang jelas di antara pelamar dalam jumlah besar.
  • Pemetaan kompetensi dan talent mapping: cocokkan profil tiap orang dengan kerangka kompetensi Anda dan lihat kesenjangannya.
  • Identifikasi pemimpin: data modul Neuroscience tentang risiko, motivasi, dan pengenalan emosi sangat berguna untuk menemukan calon supervisor dan manajer.
  • Promosi, rotasi, dan mutasi: periksa kecocokan untuk peran baru dengan bukti yang sama seperti yang Anda pakai untuk kandidat dari luar.

Untuk satu posisi senior, wawancara terstruktur yang dijalankan dengan baik mungkin sudah memberi sebagian besar yang Anda perlukan.

Apa yang perlu Anda periksa sebelum memilih penyedia?

Pedoman ITC dan ATP, Guidelines for Technology-Based Assessment (2022), membahas asesmen yang digamifikasi bersama semua tes digital lain. Kekhawatiran utamanya adalah validitas, keadilan, aksesibilitas, keamanan, dan privasi. Kalau dijadikan pertanyaan untuk vendor:

  1. Apa yang diukur tiap game, dan bagaimana divalidasi? Anda berhak mendapat jawaban yang jelas untuk setiap skor di laporan.
  2. Norma berdasarkan siapa? Untuk kandidat Indonesia, mintalah norma Indonesia.
  3. Bagaimana kecurangan ditangani? Tanyakan soal pemeriksaan perangkat dan logika anti-curang.
  4. Apa yang dibutuhkan kandidat? Tanyakan apakah perlu aplikasi atau perangkat tertentu. DEUS berjalan di browser ponsel atau laptop mana pun tanpa perlu memasang apa pun.
  5. Seberapa cepat hasilnya, dan bisakah dicoba dulu? Di DEUS, skor dan laporan siap begitu tiap kandidat selesai. Anda bisa mulai dengan uji coba gratis atau pilot di satu divisi, tanpa kontrak jangka panjang.

Pertanyaan tentang asesmen berbasis game.

Apakah asesmen berbasis game sama dengan tes yang digamifikasi?

Tidak selalu. Tes yang digamifikasi menambahkan elemen game ke kuesioner yang sudah ada, sehingga kandidat tetap menilai diri sendiri. Asesmen berbasis game mengukur sifat dari cara kandidat bermain. Tanyakan kepada setiap vendor mana dari keduanya yang mereka tawarkan.

Bisakah kandidat berlatih untuk asesmen berbasis game?

Tidak mudah. Game mengukur perilaku, jadi hampir tidak ada jawaban yang bisa dicari atau dihafalkan. Setiap sesi DEUS juga diawali pemeriksaan perangkat dan logika anti-curang. Riset independen tentang pemalsuan jawaban di game masih terbatas, jadi tanyakan kepada penyedia mana pun apa yang sudah mereka uji.

Apakah ini menggantikan wawancara?

Tidak. Paling baik dipakai sebagai tahap pertama, untuk menyaring peserta dalam jumlah besar dengan cepat dan adil. Riset seleksi menempatkan wawancara terstruktur di antara prediktor kinerja kerja yang terkuat, jadi tetap adakan untuk para finalis Anda.

Berapa biayanya?

Harga DEUS mulai dari Rp69.000 per kandidat dan makin rendah seiring bertambahnya volume. Anda hanya membayar modul yang Anda pilih.

Lihat apa yang diukur masing-masing dari keempat modul.

Lihat keempat modul

Sumber

Panduan terkait

Apa yang bisa DEUS bantu?

Ceritakan apa yang sedang Anda kerjakan: perekrutan MT, review talenta, atau siklus penilaian kinerja tahun depan. Kami akan tunjukkan di mana DEUS cocok, dan di mana tidak.